Angkatan Laut Indonesia Bagian Timur




Jakarta -- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto,menyatakan Indonesia sebagai negara maritim harus memperkuat kekuatan pertahanan di laut.

Penguatan pertahanan laut harus menjadi prioritas untuk tahun-tahun mendatang. ”75% wilayah kita adalah laut. Jadi, kita harus mempertegas kembali kekuatan angkatan laut,” ujarnya dalam diskusi ”Indonesia Negara Kepulauan: Tantangan dan Potensinya”di Jakarta,kemarin. Dia mengakui, selama ini Indonesia cenderung melupakan pembangunan pertahanan lautnya. Ini diakibatkan tidak adanya kesadaran sebagai bangsa maritim.”Lama kita tidak menyadari posisi kita sebagai bangsa bahari,”katanya. Selain itu, perjanjian dengan landas batas dengan negara-negara tetangga harus segera dituntaskan.

Meskipun disadari tidak akan mudah karena semua negara akan bertahan dengan garis batas masing-masing.”Tidak akan mudah karena tiap negara akan mempertahankan habis-habisan.Tinggal berani atau tidak,”katanya. Sementara itu,mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Sarwono Kusumaatmaja,mengatakan kesadaran publik dan pemerintah soal negara maritim belum berakar. ”Konsep negara maritim belum berakar. Kita masih bergelut dengan persepsi lama bahwa kita merupakan negara agraris,”ujarnya. Padahal Indonesia memiliki laut yang seharusnya dapat dimaksimalkan potensinya.

Untuk itu, diperlukan perubahan paradigma yang radikal.Karena selama ini perekonomian sangat tergantung pada sektor agraris.Padahal wilayah darat sendiri lanjut Sarwono ke depannya akan sangat terbatas untuk menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat. ”Harus ada perubahan paradigma yang radikal. Melihat laut sebagai potensi yang sangat kaya,”ujarnya.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih telah berkomentar