Sore yang malas dan sepertinya hari ini hanya untuk bermalas-malasan

Dialektika kehidupan seakan tak pernah ada akhirnya jika sesuatu yang ingin kita raih tanpa ada motivasi yang berujung dengan kepastian dari orang yang berada tak ajauh di kehidupan selain almarhum Bapak, ke idealisme_an dalam hidup ini terasa masih melekat dalam jiwa. Tuntutan untuk menjadi seorang Pragmatisme membuat saya putus asa. yang harus saya pikirkan hanya uang untuk sekarang tetapi ruanglingkup ini tidak sinergis dengan kenyataan.

Berbagai bidang dalam organisasi aku emban, entah kenapa ketika pikiran tertuntut untuk mencari uang semua itu membuat saya dilema kecil. sedangkan saya hidup sekarang mempunyai beban 2 orang yaitu Istri dan anak yang dikandungnya.Penghasilan ini tak pasti, aku hidup untuk sekarang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari yang aku dapatkan dari keahlian aku sendiri yaitu membuat website, program dan pembukuan yang berhubungan dengan skripsi dan lain sebagainya.

Hidup di Purwakarta kota kecil sangat susah untuk membuat suatu birokrasi yang terstruktural. setiap langkah untuk maju dibatasi dengan UANG, padahal kita lahir TIDAK UNTUK MEMBISU. Bursa pendidikan di kabupaten Purwakarta setelah saya terjun menjadi seorang Pustakawan sekaligus Guru di salah satu SD Negeri Di Purwakarta dan sekaligus Teknisi Komputer di salahsatu SMK Negeri yang ada di Purwakarta ternyata pendidikan di Purwakarta didominasi oleh orang-orang yang berpendidikan tetapi tidak mempunyai Nilai ketuhanan dan kepedulian terhadap suatu sarana dan pra sarana pendidikan itu sendiri.

mungkin cukup samapi disini, nanti saya akan sambung di kemudian hari. terimakasih.
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih telah berkomentar