Wanita tercantik di Dunia Saat ini

Judulnya sadis, menurut kalian bagaimana sodaraku ini? cantik atau tidak.. jangan naksir dulu ya, tapi mungkin bisa ketemuan kalo kalian jadi bos :D

tercantik di dunia.jpg

Tau kenapa wanita harus pintar dan cantik ?

Banyak orang bilang atau berpendapat kita harus punya salah satunya atau mendahulukan salah satunya. Kalo nggak pintar, ya cantik. Kalo nggak cantik, ya pintar. Kalo lo merasa bukan cewek cantik, jadilah cewek pintar. Kalo lo ngerasa bukan cewek pintar, jadilah cewek cantik. Kenapa sih kita nggak berpikir untuk menjadi keduanya sekaligus?

Pintar. Kenapa cewek harus pintar?
Banyak orang berpikir 'kalo gue udah cantik, kenapa harus pintar?' cara berpikir seperti itu yang salah, kenapa justru mikirnya nggak sebaliknya aja seperti 'kalo gue cantik, kenapa gue nggak pintar?', jaman sekarang coba pikir deh mana laku cewek cantik tapi oon. Okelah kita cantik, tapi apa nantinya nggak malu kalo ditanya orang ini, nggak tau. Ditanya itu, nggak tau. Apa-apa, nggak tau. Ada juga yang berpikir 'ya udah nggak papa deh gue nggak tau banyak hal, yang penting kan pasangan gue tau. Ntar juga bisa nanya. ye gak?' anggaplah statement seperti itu masuk akal. But hell-ooo jaman sekarang gitu ya, cowok yang nggak baik juga banyak kan? Bukannya suudzon atau apa, coba nonton deh filmnya Jennifer Lopez yg judulnya Enough, dari situ aja gue banyak berpikir 'aduh kalo gue dapet pasangan kayak gitu, gue jadi apa ya? mungkin gue bahkan udah mati tanpa pernah bisa melakukan fight back.'. Bahkan kalo kita nggak tau apa-apa dengan tetap berprinsip 'yaudah gapapa yang penting pasangan gue tau banyak hal', lah iya kalo in a good way, kalo in a bad way? Ini nggak tau, itu nggak tau, dipoligami atau diselingkuhin juga nggak tau, gimana hayo? Katakanlah pasangannya baik, okay, terus kalo dia diakalin orang semacam Eyang XXX, karena nggak tau apa-apa juga akhirnya iya-iya aja deh. Yah well, katakanlah lagi alhamdulillah dia dapet pacar/pasangan baik-baik, kehidupan oke-oke aja tanpa pernah ketemu orang semacam Eyang XXX. Lalu inget nggak, di masa depan kita pasti bakal punya anak kan? Terus kalo anaknya nanya berbagai macam hal (you know so, anak-anak kecil itu kadang-kadang punya tingkat kekepoan tinggi---percaya deh sama gue, I have a little brother) masa iya dijawab 'Mama nggak tau ah nak. Kamu banyak nanya amat. Pokoknya yang penting Mama cantik lah.' ? Atau, memang bisa aja si cewek cantik yang udah jadi ibu-ibu dan punya anak ini ngebayar guru les buat anaknya, dan okelah si anak itu les dan nanya macem-macem ttg pelajaran ke gurunya.

Tapi adakalanya kan si anak punya waktu senggang sama ibunya dan tiba-tiba nanya 'Ma kenapa sih bumi itu bulat?' atau 'Ma kenapa sih burung bisa terbang tapi ayam engga padahal kan ayam juga punya sayap kayak burung' atau juga...'Ma kenapa sih kita mesti percaya Tuhan? Tuhan itu kan ga keliatan. Mama juga pasti belum pernah kan ketemu Tuhan?' pertanyaan simpel tapi cerdas itu gimana coba jawabnya kalo kita nggak tau apa-apa dan nggak punya wawasan? Ya kali jawabannya 'aduh sebentar ya Mama lagi keriting bulu mata nih' atau 'Nak kamu banyak tanya deh, mungkin bumi itu bulat karena Tuhan maunya bikinnya memang bulat.' dan dijawab sama si anak 'Loh kok bisa gitu? Kenapa Tuhan maunya bulat emangnya Tuhan curhat sama Mama?' nah lho. Gimana coba kalo kita nggak punya wawasan apa aja.

For God's sake, I love make up. I love anything connects to fashion industry because I know that's really important. Tapi mikir kecantikan tanpa tau hal-hal penting yang sedang terjadi di luar sana juga nggak bagus kan? Gue nggak bermaksud untuk memaksa setiap orang cantik harus pintar jenius sejenis anak kedokteran yang sedang menyelesaikan kuliahnya, well it's not like that guys. Kita harus pintar dengan alasan bahwa kita sadar kita cantik dan mampu bertahan juga dengan kecerdasan kita. Kalau kita nggak pintar, apa kita mau selalu nggak tau apa-apa dan dibodohi orang banyak? Tidak secara langsung mungkin. Dulu, sebelum kaum wanita mampu disederajatkan dengan kaum pria, kita tidak dianggap apa-apa. Bahkan merunut sejarah beratus-ratus tahun yang lalu, bayi perempuan yang hidup langsung dikubur hidup-hidup bukan? Setelah itu, perempuan hanya dianggap sebagai pemuas nafsu. Sekali bosan, tinggal. Sehabis pake, buang. Sebegitu mudahnya. Kalau jaman sekarang kita tidak mengimbangi kecantikan dengan kecerdasan, apa kita mau kembali lagi ke jaman sesuram itu? Well, ada sebagian orang yang menganggap pemikiran itu terlalu jauh. Oke, tapi kalo kita nggak buka mata, telinga, dan nambah wawasan, kita akan jadi apa nantinya? Stay on the track, jadi pelajar yang nggak punya wawasan, kita stuck aja di tempat. Udah kerja tapi nggak punya wawasan, nggak tau apa yang terjadi dan besar kemungkinan bakal nggak nyambung dengan permintaan/kontrak client ---lah wong clientnya aja cerdas-cerdas. Udah tua nggak punya wawasan, makin-makin aja, tinggal nunggu waktu itu mah.

Cantik. Kenapa cewek harus cantik?
Seperti halnya Tuhan tidak pernah menciptakan orang yang bodoh, Tuhan juga tidak pernah menciptakan orang yang jelek. Semua sesuai proporsinya. Semua cantik, everything's beautiful. Gimana engga, orang semuanya ciptaan Tuhan kan? Tapi kenapa sih cewek harus cantik?
Seperti yang udah gue ceritain di atas, perempuan pada awalnya adalah kaum yang tertinggal, terhina, tetapi pada saat itu tidak ada yang tau bahwa kita adalah kaum yang istimewa. Bagaimana mungkin suatu generasi bisa terlahir tanpa kaum perempuan? Bahkan mereka-mereka yang mengubur bayi perempuan hidup-hidup juga keluar dari rahim perempuan, bukan? Banyak orang tidak menyadari kalau setiap perempuan pasti terlahir dengan cantik sesuai karakternya masing-masing. Gue nggak bilang cewek tomboy itu nggak cantik, mungkin memang gaya mereka tomboy. Gue nggak bilang semua kontestan ajang ratu kecantikan juga yang paling cantik, kalo ada yang otaknya kosong kayak yang gue bilang itu juga sama aja nggak cantik, orang kl ditanya apa-apa nggak tau, berarti cantiknya display-an doang kan? Setiap perempuan terlahir sudah menjadi cantik dan untuk menjadi cantik. Tinggal seberapa jauh kita berusaha menjaga kecantikan itu.

Nggak jauh-jauh, gue menemukan banyak tipe dari temen-temen gue. Ada yang suka fashion juga dan care banget sama penampilan ---nggak jauh jauh dari gue sendiri, ada yang santai, ada yang tomboy, ada yang berpendapat 'ngapain tuh beli sendal/sepatu mahal-mahal sampe jutaan, toh cuma buat diinjek-injek doang', ada yang berpendapat 'dandan itu buat kalo udah dewasa aja, kalo masih anak SMA ngapain juga, nanti kulitnya rusak.' dan macem-macem deh, awalnya gue ga suka sama marah-marah terutama sama pendapat yang bener-bener bertolak belakang sama pendapat gue, lama-lama gue geleng-geleng kepala doang, dan sekarang gue mencoba menerima. Everyone's different, we can't force them to be the same version of us in different body. Tapi cantik itu penting, dan cantik itu nggak identik dengan make up kok ---so you know, bagi orang-orang yang anti make up. Cantik itu berarti bisa menempatkan diri dengan baik, kalo perlu dandan ya dandan, kalo merasa nggak perlu ya nggak usah. Ada orang cantik yang cantik naturaaaal sekali, beda banget dengan cantik glamor, tapi kalo udah cantik ya cantik aja. Kalo memang nggak suka make up, ya nggak papa tapi bukan berarti wajah dibiarin kusam, bukan berarti ke pesta bener-bener plain tanpa make up. Bukan berarti anti dengan semua peralatan yang identik dengan fashion.

Cantik itu sadar sejauh apa kecantikannya, dan mempertahankan serta merawat dengan baik. Cantik itu, sadar kalo punya wajah kusam tapi kemana-mana selalu bawa tissue atau sebelumnya, pake pelembab supaya nggak makin kusam. Cantik itu, sadar punya wajah yang cukup menjual, tapi nggak menjual ke sembarang orang ataupun di sembarang tempat. Cantik itu, ketika kita merawat diri dengan selalu berpegang pada prinsip bahwa kita sedang dan akan selalu merawat pemberian Tuhan.

"Ada dua tipe seksi untuk seorang wanita cantik...
Seksi dengan tampilan elegan, dimana dia menempatkan dirinya dan ditempatkan dengan baik
atau
Seksi dengan tampilan murahan, dimana dia menempatkan dirinya dan ditempatkan dengan buruk, karena keseksiannya tidak menimbulkan sesuatu yang berarti."

Intinya, cantik itu bisa menempatkan diri dengan baik. Nggak tertarik dengan make up, tapi untuk event-event tertentu yang memang mesti pake make up, she's gonna deal with it. Nggak tertarik dengan fashion, tapi bisa menempatkan diri dengan membuat orang memandang 'she's not in the fashion type, she's just the fashion itself'. Dan yang terpenting, cantik itu adalah tidak mengatakan orang lain tidak cantik hanya karena menjadikan dirinya sebagai tolak ukur kecantikan. Gue pernah nonton hitam putih edisi sekian dan gue suka banget dengan quote nya pada saat itu, yang kurang lebih 'inner beauty atau kecantikan dari dalam itu penting, tapi bagaimana mungkin orang dapat sampai pada inner beauty Anda jika Anda bahkan tidak memberinya kesempatan, dari penampilan luar?'

Pada akhirnya, ada banyak tipe perempuan. Yang cantik tapi tidak pintar, which is so common. Yang pintar tapi tidak cantik, which is so plain. Yang terparah, yang tidak cantik dan tidak pintar, which is a no-no. Kalau kita bisa menghindar dari semuanya dan berubah untuk menjadi yang cantik dan pintar, which is so awesome, then why not?
Susah? Jika Anda mencap susah, semuanya memang tidak akan pernah menjadi mudah :)
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih telah berkomentar