Kesalahan Kristen yang suka menyamakan kitabnya bible dengan Al-Quran

menjawab tuduhan Isa-Almasih adalah Tuhan yang terkemuka didunia dan akhirat juga bantahan bahwa Isa-Almasih tercipta dari Firman ALLAH

ass...wr...wb....

sungguh ironis sekali jika saat ini banyak kaum kristen mencoba mendakwahkan keyakinan mereka dengan ayat2 Al-Quran melalui media dunia maya. Misalnya sebuah situs yang bernama Isa Dan Islam, disini mereka mencoba menghubungkan ayat2 Al-Quran dengan Isa-Almasih sebagi Tuhan ALLAH dengan referensi ayat2 bibel mereka. Mereka menilai bahwa seakan-akan apa yang ada pada inti surat Al-Fatihah adalah seperti yang ada pada diri Isa-Almasih, khususnya pada salah satu ayat surat Al-Fatihah ayat ke-6 yang artinya: "Tunjukkanlah kami jalan yang lurus", lalu mereka mencoba menarik sebuah benang kusut kepada sebuah ayat bibel, yakni yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Dari sini mereka mencoba mengatakan bahwa yang dimaksud jalan yang lurus pada surat Al-Fatihah adalah Isa-Almasih atau yesus kristus, jadi mereka mencoba mengingatkan kepada para muslim untuk menelaah kembali ajaran islam yang seakan-akan telah dibelokkan oleh nabi Muhammad, karena Tuhan yang sesungguhnya adalah Yesus kristus.

Tapi mereka lupa bahwa Al-quran juga bicara akan masalah ini, yakni Isa.As. berkata dalam ayat Al-Quran
surat Ali Imran ayat 51:  Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kamu, sebab itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.

jadi,  jalan yang lurus adalah menyembah ALLAH.SWT.

Untuk menguatkan argumen buta ini,mereka juga mengangkat sebagian ayat2 Quran yang menerangkan tentang keberadaan nabi Isa. misalnya dalam surat  Qs:3:45."ketika Malaikat berkata: 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan".

Dari ayat diatas ada dua poin penting bagi uamt kristen untuk meyakinkan kepada umat islam bahwa Isa-Almasih adalah Tuhan ALLAH, yakni:
1. ".....kalimat dari padaNYA"..., yang dimaknai dengan Kalimat ALLAH atau Kalimatullah, maka dengan demikian Isa-Almasih adalah Kalimatullah yang mereka anggap sebagai ALLAH itu sendiri.
2. ".....terkemuka didunia dan diakhirat"..., yang dimaknai bahwa yang terkemuka didunia dan diakhirat hanyalah Tuhan, dan disitu diterangkan bahwa yang terkemuka didunia dan akhirat adalah Isa-Almasih, jadi Isa-Almasih adalah yesus Tuhan ALLAH.
Dari sinilah teka-teki silang umat kristen dimulai, mereka dengan santun dan diplomatisnya mencoba mengingatkan kepada kaum muslim untuk merenungi ayat2 diatas agar jalan yang lurus dan hakiki (yesus) dapat ditemukan oleh umat muslim. 
Sekilas memang konyol sekali jika mereka mencoba menggali dengan dangkal sekali ayat2 Quran untuk dikaitkan dengan ajaran mereka, yang secara teori ketauhidan sangatlah jauh berbeda. Lihat saja pada saat mereka  mengatakan bahwa Al-Quran adalah kitab jiplakan dari bibel dan dengan lantang pula  mereka berteriak bahwa Al-Quran tak lebih hanyalah karangan basi Nabi Muhammad saja. Tapi jika Quran hanya karangan Nabi Muhammad mengapa mereka mencoba menghubung-hubungkan dengan ajaran mereka? inilah pertanyaan dasar yang akan terlontar untu mereka, karena mengapa juga hanya satu atau dua ayat saja yang diambil dari Al-Quran, mengapa tidak separuhnya atau sekalian semuanya? Sekali lagi, walaupun hanya satu atau dua ayat saja yang mereka ambil tetap saja Al-Quran adalah karangan Nabi Muhammad menurut mereka dan itu tidak akan syah hukumnya untuk mereka jadikan rujukan, karena sebuah kitab yang dianggap tidak syah (karangan manusia) pastilah keseluruhan isinya adalah tidak syah juga, walau mereka berdalih hanya mengambil sebagian yang menurut mereka benar.
Sekarang mari kita gali jurus mereka satu persatu dari ayat Quran diatas:


1. Benarkah bahan penciptaan Isa-Almasih adalah dari Firman ALLAH bukan dari tanah?

Sebelum kita melangkah lebih lanjut mari kita tanamkan hal pokok terlebih dahulu tentang teori penciptaan, yakni teori yang tidak bisa lepas dari BAHAN penciptaan dan PROSES/CARA penciptaan. sehingga kita bisa tahu bahwa bahan dan proses atau cara penciptaan itu sangatlah berbeda.

".....kalimat dari padaNYA"... yang mempunyai arti kalimatullah atau kalimat ALLAH. disini mereka menafsirkan bahwa Isa-Almasih tercipta dari Kalimat ALLAH sehingga disebut Kalimatullah atau Tuhan ALLAH itu sendiri. Jika Umat islam tidak jeli disini maka banyak teman-teman muslim yang akan  terjebak dalam perdebatan panjang dan berliku dengan mereka.

sekarang mari kita teliti lebih lanjut lelucon diatas:
- ayat yang diangkat adalah surat Ali Imran ayat 45. (Qs:3:45)
 "ketika Malaikat berkata: 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan".

dari ayat diatas memang ditemukan penggalan kalimat yang berbunyi....."......kalimat dari padaNYA, ...", tetapi mereka mencoba menyembunyikan kata  penghubung yang berbunyi "dengan". Jika kita mengoreksi kalimat diatas dengan seksama menurut ilmu bahasa yang benar maka kata penghubung "dengan" tidaklah dapat dihilangkan secara sepihak karena kata tersebut mengandung arti : kata penghubung untuk menerangkan cara (bagaimana terjadinya atau berlakunya).
***karena arti dari kata dengan diatas akan menjadikan dasar kebenaran dalam penafsiran ayat tersebut.


jika  kita cermati lagi maka penggalan kalimat diatas tidak bisa tanpa kata "dengan" melainkan harus mencantumkan kata "dengan" itu sendiri sehingga akan berbunyi "....sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya.

maka artikulasi penggalan kalimat diatas sangatlah jelas sekali dan tidak tersamar atau tidak remang-remang.
sekali lagi sepertinya mereka lupa kalau suatu penciptaan sebuah benda terdiri dari dua unsur pokok yang tidak dapat terpisahkan yaitu BAHAN dan PROSES/CARA. Dari ayat ini mereka mencoba mengklaim bahwa Isa-Almasih tercipta dari Kalimat ALLAH, tapi jika kita tanyakan dari sudut mana ayat tersebut menerangkan  Isa-Almasih adalah terbuat dari bahan firman maka mereka akan membuat tata bahasa indonesia menjadi tata bahasa terbodoh didunia karena jawaban mereka pastilah tidak akan didukung dengan dasar keilmuan bahasa indonesia yang benar. Karena dari ayat diatas sudah jelas sekali bahwa disana menerangkan PROSES/CARA penciptaan Isa-Almasih, yakni Isa-Almasih diciptakan melalui kata "dengan" (kata penghubung untuk menerangkan cara (bagaimana terjadinya atau berlakunya)) sekali lagi kata dengan ini menerangkah PROSES/CARA bukan menerangkan BAHAN penciptaan,  jadi Isa-Almasih jelas-jelas diciptakan oleh ALLAH dengan PROSES/CARA Kalimatullah yakni kun fayakun bukannya Isa-Almasih tercipta dari Kalimat ALLAH. karena Isa-ALmasih adalah manusia biasa yang tercipta dari tanah seperti halnya Adam.As, seperti pada ayat beriku ini:

Qs. 3:59.  Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah jadikan/ciptakan dia dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah dia

dari ayat ini maka kita dengan jelas bisa menafsirkan jika Isa-Almasih tercipta dari bahan tanah. coba kita lihat dari dua kata kunci  pada kalimat diatas yaitu: seperti dan dari.

jika menurut kamus kata maka arti dari kedua kata tersebut adalah:


- seperti:  sama halnya dengan; tidak ubahnya.

- dari: kata depan yang menyatakan bahan suatu barang

maka dari ayat diatas telah dijelaskan dengan jelas sekali pada kalimat pertama, ( " sesungguhnya misal Isa disisi ALLAH adalah seperti Adam")  bahwa Isa disisi ALLAH seperti adam. seperti yang dimaksud disini seperti apanya? lihat kalimat berikutnya yang berisi Adam diciptakan dari tanah ("ALLAH jadikan/ciptakan dia dari tanah, kemudian ALLAH berfirman kepadanya: "Jadilah, maka jadilah dia")   walau ayat tersebut terdiri dari dua kalimat maka kedua kalimat tersebut tidak bisa dipisahkan penafsiran artinya karena keduanya termuat dalam satu ayat yang utuh dan tidak terpisahkan, maka Isa seperti Adam dalam penciptaannya yakni jika Adam diciptakan dari tanah maka Isa juga tercipta dari tanah, melalui proses Kalimat ALLAH yaitu "kun fayakun"....."jadilah maka jadilah ia".

jadi jelas disini bahwa lelucon pertama mereka terpatahkan dengan teori penciptaan yang sengaja mereka sembunyikan yakni BAHAN penciptaan dan PROSES/CARA penciptaan.
kesimpulan:
- Isa-Almasih menurut Al-Quran tercipta DARI bahan tanah bukan berbahan Kalimat ALLAH.
- Isa-Almasih menurut Al-Quran tercipta dengan PROSES/CARA Kalimat ALLAH.

***sekali lagi Isa-Almasih dalam ayat tersebut adalah tercipta dari BAHAN tanah dan bukan tercipta dari Kalimatullah. Kalimatullah adalah PROSES/CARA penciptaan Isa-Almasih bukan BAHAN penciptaan Isa-Almasih.

 2. Benarkah manusia yang terkemuka didunia dan akhirat itu adalah TUHAN ALLAH?
".....terkemuka didunia dan diakhirat"..., yang dimaknai bahwa yang terkemuka didunia dan diakhirat hanyalah Tuhan, benarkah?
sekarang mari kita coba lagi meluruskan dari membengkokan ayat tersebut.

- ayat yang dipakai adalah tetap surat Ali Imran ayat 45. (Qs:3:45) "ketika Malaikat berkata: 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan"

Jika mereka hanya memenggal kalimat ayat diatas yang berbunyi terkemuka di dunia dan di akhirat maka mengapa mereka lupa juga akan kata seorang yang persis berada didepan penggalan kalimat tersebut dan kata orang-orang yang juga persis berada dibelakang penggalan kalimat tersebut. Apakah kedua kata ini sengaja dilupakan atau sengaja disembunyikan oleh mereka agar mendapatkan artikulasi kata yang kuat dan tak terbantahkan? kayaknya hanya ALLAH yang tahu...hehehehehe....

-sekarang bagaimana jika kita menggabungkan kata-kata yang sengaja dilupakan tersebut dengan pengalan kalimat mereka, ".....seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan"  maka kita dapat mengartikan dengan jelas bahwa yang terkemuka disini adalah Isa putra Maryam dan kata "seorang dan  orang-orang" tidak dapat berubah makna walaupun apapun yang terjadi yakni ditujukan kepada MANUSIA, sekali lagi kepada MANUSIA bukan mkhluk yang lain. Maka dengan jelas ayat diatas mengatakan bahwa yang terkemuka didunia dan diakhirat adalah Isa putra Maryam yang nota bene Isa adalah manusia (orang) yang terkemuka didunia dan manusia (orang) yang terkemuka diakhirat. jadi ayat disini dengan jelas menerangkan bahwa Isa putra Maryam adalah manusia biasa bukan makhluk lain ataupun Tuhan ALLAH, karena saat diakhirat ayat tersebut juga menerangkan bahwa Isa tetap menjadi manusia walau ia juga terkemuka dikahirat bukan berubah menjadi makhluk lain atau Tuhan.
Jika kaum kristen mengkalim bahwa yang terkemuka didunia dan akhirat hanyalah Tuhan, maka jawabannya sederhana saja yaitu suruh mereka menunjukkan dasar atau ayat di Al-Quran yang menerangkan bahwa manusia yang terkemuka didunia dan akhirat adalah ALLAH. (ingat akan kata kunci seorang dalam kalimat diatas yang juga berarti manusia).
yang kedua silahlan tanya kepada mereka, di alam mana kira-kira ALLAH tinggal sebelum IA menciptakan dunia dan akhirat, karena dialam tersebut ALLAH pastilah juga terkemuka.


 Dan ada lagi kengawuran mereka yang asal njeplak aja, karena menafsirkan ayat2 Quran berdasarkan arti terjemahan belaka tanpa melihat bahasa aslinya, dan hal ini sangat terlihat sekali dalam kata "WAJIHAN".
karena dalam bahasa arab "WAJIHAN" pada surat Ali-imron ayat 45 berarti " TERBAIK, TERHORMAT, atau TERKEMUKA".
dan kata "WAJIHAN" juga dinisbatkan kepada nabi musa as dan dalam islam para utusan Tuhan tidak dibedakan satu dengan yang lain. Mereka terkemuka, terhormat pada saat masa kenabian mereka.

 hal ini dapat kita lihat juga pada  QS 33 : 69, dimana ada kata WAJIHAN yang berarti " TERBAIK, TERHORMAT, atau TERKEMUKA".

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan TERHORMAT di sisi Allah.”
(QS 33 : 69)


sekarang jelas sudah bahwa mereka sangat tidak faham akan bahasa yang baik dan benar, karena mereka menyamakan arti  seorang (manusia) dengan Tuhan atau mereka sengaja mebolak-balikkan ayat sehingga tujuan mereka tercapai. jawabnya adalah, silahkan bertanya kepada rumput yangbergoyang...hehehehehe.

kesimpulan akhir dari tulisan saya ini adalah, jika menurut saya kaum kristen sekarang menyadari jika ajaran mereka mengenahi teori ketauhidan mereka (trinitas) yang sangat sulit difahami dengan akal sehat dimana sistem ketuhanan mereka baru muncul setelah menunggu 3,5 abad setelah kematian yesus sendiri. Dari kitab mereka sendiri  yakni injil PB yang terdiri dari 4 injil yaitu  markus, matius, yohanes dan lukas sendiri mengenahi hal yang sederhana saja sangat tidak singkron isinya, misalnya mengenahi kelahiran yesus, silsilah yesus, kematian yesus, kebangkitan yesus dan ketuhanan yesus itu sendiri. Sehingga dijaman yang modern ini manusia dapat berfikir logis untuk mencari kebenaran sebuah agama. Lalu apa tujuan sebenarnya Kaum misionaris ini mencoba mempetak-petak Al-Quran dan mencoba  menghubungkan benang kusut dengan pengertian yang teramat dangkal dan yang sangat kontroversi dengan ajaran mereka? karena menurut saya, dengan tidak bisanya bibel dan sistem ketuhidan mereka  diterima dengan akal sehat manusia maka mereka mencoba mencari pembenaran dari segala lini dan dengan cara apapun juga walau isinya adalah fitnah memfitnah islam dan Nabi Muhammad. Apakah ini juga suatu ketakutan yang mendalam karena berbondong-bondongnya kaum rasionalis dari golongan mereka hijrah keagama islam saat ini? sekali lagi mari bertanya kepada rumput yang bergoyang....hahahahahaaa....

semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi kita semua dan semoga ALLAH.SWT. selalu memberi kekuatan iman dan ketetapan islam kepada diri kita.

 Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun. (QS : Al-maidah 72)

wassalamu'alaikum wr. wb....


Sumber : http://yudiantogimin.blogspot.com
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih telah berkomentar