Skripsi Teknik Informatika BAB II Tinjauan Pustaka

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1         Perancangan
2.1.1.     Pengertian Perancangan

                Menurut pressman (1997) perancangan adalah proses untuk mengaplikasikan berbagai macam teknik dan prinsip untuk tujuan pendefenisian secara rinci perangkat lunak, proses atau system agar dapat direalisasikan dalam bentuk fisik. Hasil dari suatu perancangan atau model-model hasil perancangan akan didokumentasikan dalam dokumen seperti SDD (Software Design Dokument), dimana dokumen ini akan menggambarkan rancanga solusi yang telah dibuat oleh pengembang perangkat lunak.

2.1.2        Tujuan Dan Sasaran Perancangan
                  Secara umum tujuan perancangan adalah sebagai berikut:
1. Untuk menghasilkan suatu model atau penggambaran dari suatu entitas yang akan dibangun
2. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna perangkat lunak.
3. Untuk memberikan gambaran yang jelas serta rancang bangun yang lengkap kepada programmer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.

Adapun sasaran dari suatu perancangan adalah sebagai berikut :

1. Perancangan harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan.
2. Perancangan harus dapat mendukung tujuan utama yang telah didefenisikan pada tahap perancangan yang dilanjutkan pada tahap analisis.
3. Perancangan harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan, dan mendukung, keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen.
4. Perancangan harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masig komponen dan system meliputi data dan informasi penyimpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, para pemakai perangkat keras, perangkat lunak serta pengendali system.

2.1.3.          Pelaksanaan Perancangan
1.    Menyiapkan rancangan system yang terinci.
2.    Mengidetifikasi berbagai alternative konfigurasi system.
3.    Mengevaluasi berbagai alternative system.
4.    Memilih konfigurasi yang terbaik dan menyiapkan usulan penerapan dan
5.    Menyetujui atau menolak penerapan system.

Perancangan dibagi menjadi dua tahap, antara lain:
a. Perancangan global
Unsur-unsur yang terdapat dalam perancangan global adalah beberapa alat bantu analisis         yang  digunakan dalam perancangan dengan metode terstruktur yaitu seperti Flowmap, Data Flow Diagram (DFD), Kamus Data, dan Entity Relationalship Diagram (ERD).
b. Perancangan Detail

Unsur-unsur yang terdapat dalam perancangan detail adalah sebagai berikut:

(1) Bagan terstruktur
Digunakan untuk mendefenisikan diagram alir data dan mengilustrasikan organisasi dari system informasi secara berjenjang dalam bentuk modul dan sub modul yang menjelaskan elemen data, elemen control, modul dan hubungan antar modul.

(2) Spesifikasi Program (Algoritma)
Adalah sekumpulan perintah yang mejelaskan urutan jalannya sebuah program atau bagian dari program yang disusun teratur dalam sebuah skema untuk menggambarkan aktifitas sebuah program.

(3) Deskrifsi File
Deskripsi file digunakan untuk memberikan penjelasan mengenai file-file yang akan digunakan dalam pembuatan program aplikasi. Sedangkan normalisasi adalah proses pengelompokkan data, elemen menjadi table-tabel yangb menunjukkan entity dan relasinya.


(4) Tata  Letak Layer
Digunakan untuk menggambarkan tampilan layer dari menu menu yang telah dirancang.

2.1.4 Tahap analisis
                Tahap analisis merupakan tahap paling awal dalam pembuatan dan pengembangan perangkat lunak yang akan mengidentifikasikan data/infomasi apa saja yang akan diproses, fungsi dan kinerja seperti apa yang akan diinginkan dalam perangkat lunak serta antar muka seperti apa yang akan ditampilkan.

2.1.4.1.   Pengertian analisis
                    Defenisi analisis dari pressman (1997) adalah sebuah proses yang terbagi kedalam lima tahap penting pengenalan masalah, evaluasi masalah, pemodelan, spesifikasi, dan review yang bertujuan untuk membertikan gambaran tentang model, data, fungsi dan sifat yang dimiliki oleh perangkat lunak.
Pengenalan masalah bermaksud untuk mengetahui permasalahn mendasar seperti yang diungkapkan oleh pengguna, sehingga masalah dapat didefenisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan.Evaluasi masalah merupakan tahap selanjutnya untuk mendefenisikan semua data eksternal yang telah diobservasi, evaluasi aliran data dan isi dari informasi evaluasi dan menguraikan seluruh fungsi-fungsi perangkat lunak serta menetapkan karakteristik antar muka system.
                    Pemodelan dibuat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai perangkat lunak yang akan dibangun. Pemodelan dalam analisis mempunyai 3 tujuan utama, yaitu:
1. Menggambarkan tentang apa yang diinginkan oleh pengguna.
2. Menetapkan dasar untuk pembentukan perancangan perangkat lunak dan
3. Mendefenisikan himpunan requirement yang dapat di validasi ketika perangkat lunak dibangun.

       Tahap selanjutnya adalah tahap spesifikasi yang akan mendokumentasikan hasil analisis ke dalam sebuah dokumen SRS (Software Requirement Spesification) yang akan menggambarkan spesifikasi atau kebutuhan-kebutuhan yag diinginkan oleh system perangkat lunak. Langkah terakhir dalam analisis adalah review, dilakukan untuk memastikan untuk kelengkapan spesifikasi perangkat lunak, konsistensi, akurasi dari semua informasi, fungsi dan alat yang dimiliki oleh perangkat lunak.



2.1.4.2. Alat Bantu Analisis

Alat bantu yang paling sering digunakan dalam pemodelan analisis terstruktur adalah sebagai berikut :
1. Diagram Sistem Prosedur (Flowmap)
Merupakan diagram alir yang menunjukkan arus dari dokumen, aliran data fisik, entitas-entitas, system informasi dan kegiatan operasi yag berhubungan dengan system informasi.

2. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram merupakan diagram yang menggambarkan arus data di dalam system dengan terstruktur dan jelas pada saat bergerak dari input menjadi output serta berfungsi sebagai dasar bagi pemodelan fungsi. DFD sering digunakan untuk tujuan memberikan indikasi bagaimana data ditransformasikan pada saat data bergerak melalui system dan untuk menggambarkan fungsi-fungsi dan sub fungsi yang mentransformasikan aliran data. Menurut pressman (1997) DFD level 0 atau bisa juga disebut data context diagram adalah diagram yang menggambarkan seluruh elemen perangkat Lunak (system) sebagai sebuah proses tunggal dengan data masukan dan data keluaran yang ditandai dengan keluar masuknya anak panah.

3. Data Dictionary (Kamus Data)
Data Dictionary adalah catalog atau fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan tentang informasi dari suatu perangkat lunak sehingga pemakai dan analisis system akan memiliki pemahaman yang umum mengenai input, output, komponen penyimpanan dan bahkan kalkulasi intermediate. Kamus data dijadikan alat komunikasi antara software developer dengan pengguna tentang data yang mengalir di system, yaitu data yang masuk ke system dan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna, dimana keterangan lebih lanjut tentang struktur dari suatu alir data di DFD secara terperinci dapat dilihat pada kamus data.

4. Entity Relationship Diagram (ERD)
E-R Diagram adalah sebuah alat bantu dalam perancangan basis data yang berbentuk diagram yang merepresentasikan model entity-relationship yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi antar entitas-entitas yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan sebuah fakta dari dunia nyata yang kita tinjau yang dapat digambarkan secara sistematis dengan menggunakan E-R. Hubungan suatu relasi dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian angka, dimana angka 1 untuk relasi satu-ke-satu, 1 dan N untuk relasi satu-ke-banyak. Untuk menentukan atribut sebagai key (kunci) dilakukan dengan menggarisbawahi nama atribut tersebut.





2.1.5       Tahap Implementasi  (Coding)

Implementasi adalah suatu tahap pegimplementasian hasil rancangan ke dalam basis program yang dapat dieksekusi oleh komputer, Pressman (1997). Pada tahap ini terdapat kegiatan coding  yaitu kegiatan mengubah model-model rancangan menjadi kode program yang dapat dieksekusi oleh komputer. Tahap implementasi terdiri dari:

1. Merencanakan dan mengumumkan penerapan
2. Mendapatkan sumber daya perangkat keras dan sumber daya perangkat lunak.
3. Menyiapkan database dan fasilitas fisik lainnya.
4. Mendidik peserta dan pemakai (User) dan
5. Masuk ke system baru.
Proses implementasi pada perancangan perangkat lunak ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dreamweaver dengan database yang digunakan adalah MySQL.

2. 1.6.       Tahap Pengujian (Testing)
Pengujian dilakukan setelah proses implementasi selesai dilaksanakan. Pengujian atau testing perangkat lunak adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan mempresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain dan pengkodean.Pengujian tidak dapat memperlihatkan tidak adanya cacat, tetapi pengujian hanya dapat memperlihatkan bahwa ada kesalahan (debug) pada perangkat lunak.
Dasar-dasar pengujian perangkat lunak menurut glen Meyers yang dikutip oleh pressman (1997), menyatakan sejumlah aturan yang dapat dipandang sebagai tujuan dari pengujian perangkat lunak adalah :
1. Pengujian perangkat lunak adalah suatu proses pengeksekusian program dengan tujuan menemukan kesalahan.
2. Pengujian yang baik adalah yang memiliki probabilitas yang tinggi untuk menemukan kesalahan.
3. Pengujian yang berhasil adalah pengujian yang berhasil menemukan kesalahan yang tidak terdeteksi sebelumnya.

Adapun Prinsip dasar pengujian perangkat Lunak pressman (2001) adalah sebagaiberikut :
1. Semua pengujian harus dapat dirunut pada requirement.
2. Pengujian harus direncanakan jauh sebelum waktu pelaksanaan.
3. Menerapkan prinsip the pareto dalam pengujian perangkat lunak yaitu 80% dari semua kesalahan yang ditemukan terdapat 20% dari keseluruhan modal utama.
4. Pengujian harus dimulai pada lingkup yang lebih kecil ke lingkup yang lebih besar.
5. Agen efektif pengujian dilakukan oleh pihak lain yang independent.

Pengujian perangkat Lunak terdiri dari dua macam yaitu pengujian White Box Testing dan Black Box Testing.
a. Pengujian White Box Testing atau Glass Box adalah sebuah metode pengujian yang menggunakan struktur kendali dari desain prosedur untuk memperoleh Test case.

Menurut Pressman (1997) dengan menggunakan pengujian ini, rekayasa system dapat melakukan test case diantaranya :

(1) Memberikan Jaminan bahwa semua jalur independent pada suatu modul telah dilewati paling tidak satu kali.
(2) Menggunakan semua keputusan logis pada sisi true dan false
(3) Semua konstruksi pengulangan (loop) akan dieksekusi hingga batas akhir pengulangan.
(4) Menggunakan struktur data internal untuk menjamin validasinya.
Ada beberapa macam teknik pengujian White Box testing, antara lain:
1. Basis Path; Menggunakan graf alir dan kualifikasi kompleksitas siklomatik untuk menentukan lintasan-lintasan independent yang perlu diuji.
2. Condition Testing; merancang pengujian untuk kasus logika yang ada pada suatu modul utama.
3. Data flow testing; Pengujian berdasarkan flow lokasi dari pendefenisian dan penggunaan suatu perubah dalam modul program.
4. Loop Testing; pengujian berdasarkan validasi dari konstruksi pengulangan yang digunakan dalam modul program.

b. Pengujian Black Box adalah pengujian yag memfokuskan pada kebutuhan fungsional perangkat lunak dengan tujuan berusaha menemukan kesalahan. Dengan demikian, pengujian ini memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. Ada beberapa teknik yang digunakan pada pengujian black box testing antara lain:
1. Graph Based testing, graph yang mewakili hubungan antara objek pada modul sehingga tiap objek dan hubungannya dapat diuji.
2. Equivalance Partioning, pembagian domain masukan dari program menjadi kelas data yang dapat dibuatkan kasus ujiannya.
3. Boundary Value Analysis, pengujian dilakukan dengan mencari batas-batas ekinput strem dari kelas data.
4. Comparison testing, digunakan untuk system yang mengandung redundancy, pengujian yang dirancang untuk satu versi perangkat lunak dijadikan masukan pada pengujian perangkat lunak lainnya dan hasil dari kedua versi perangkat lunak tersebut harus sama.


Dalam pengujian perangkat lunak ini, penulis menggunakan pengujian black box kerana pengujian black box mudah dilakukan yaitu dengan menggunakan kondisi input yang sepenuhnya menggunakan persyaratan fungsional untuk suatu program. Pengujian black box kemungkinan besar mampu mengungkapkan kesalahan-kesalahan dalam kategori sebagai berikut:

1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang
2. Kesalahan interface
3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
4. Kesalahan kinerja.
5. Inisialisasi dan kesalahan terminasi.

2.2            Tahap Pemeliharaan (Maintenance)
          Tahap ini merupakan tahap untuk menjaga kinerja system agar sesuai dengan yang  diharapkan Pressman (1997). Tahap maintenance dapat dilakukan oleh admin dengan jangka waktu tertentu sehingga perangkat lunak dapat terjaga dengan baik.

2.3                 Pengertian Perangkat Lunak
            Gambaran perangkat lunak menurut Pressman (1977) adalah sebagai berikut:
1. Perintah program komputer yang bila dieksekusi memberikan fungsi yang diinginkan.
2. Struktur data yang memungkinkan program dapat memanipulasi suatu informasi.
3. Dokumen yang menggambarkan operasi dan kegunaan program.

2.3.1.              Rekayasa Perangkat Lunak
            Perangkat Lunak adalah rancang bangun program-program komputer dengan teknik, metode atau cara dan alat bantu tertentu sehingga didapat perangkat lunak yang baik. Perangkat lunak terdiri dari beberapa elemen, diantaranya program, dokumentasi analisis perancangan, desain, koding, implementasi, testing, serta panduan bagaimana program tersebut diopresikan.
              Pressman (2001:6) perangkat lunak adalah instruksi-instruksi yag bila dieksekusi akan memberikan informasi dan fungsi yang diinginkan. Struktur data yang memungkinkan dilakukannya manipulasi oleh suatu program.Dokumen-dokumen yang menjelaskan operasi dan penggunaan dari program.

2.3.2          Karakteristik Perangkat Lunak
Perangkat Lunak merupakan sebagian dari system yang bersifat dari logika daripada sebagai bagian dari system fisik.Untuk memperoleh pemahaman tentang perangkat lunak, penting juga untuk meneliti karakteristik perangkat lunak yang membuat pernagkat lunak berbeda dari hal-hal lain yang dibangun oleh manusia. Dengan demikian, perangkat lunak memiliki ciri yang berbeda dari perangkat keras:
1. Perangkat Lunak dibangun dan dikembangkan, tidak dibuat dalam bentuk klasik.

Perangkat lunak adalah suatu produk yang lebih menekankan pada suatu kegiatan rekayasa (engineering) dibandingkan kegiatan rancang bangun (manufacturing). Pada perangkat lunak penekanan lebih dititikberatkan pada tahap analisis, perancangan dan perawatan perangkat lunak itu sendiri bukan tahap implementasi (coding), sedangkan pada proses manufaktur salah satu kegiatan yang lebih pada diutamakan dan yang terpenting adalah pada tahap implementasi, yaitu pembuatan perangkat lunak itu sendiri.

2. Perangkat Lunak tidak pernah usang.

Perangkat lunak tidak rentan terhadap pengaruh lingkungan yang dapat merusak sehingga terbuang begitu saja seperti halnya perangkat keras.Yang dapat terjadi adalah produk perangkat lunak tersebut tidak dapat melayai beberapa keutuhan pemakainya, disebabkan berkembnagnya kebutuhan-kebutuhan baru seiring berkembannya kemajuan zaman.Sehingga diperlukan perubahan pada perangkat lunak tersebut, walaupun demikian perangkat lunak yang lama masih tetap dapat dioperasikan.


2.3.3. Pengertian Pengolahan Data

Mutu informasi sangat menentukan berhasil tidaknya perusahaan mencapai tujuannya yaitu memperoleh keuntungan yang maksimal, oleh sebab itu untuk menghasilkan informasi yang bermutu maka data harus diolah.Pengolahan data meliputi pengumpulan data, pencatatan data, penganalisaan data, pengklasifikasian data, pentimpanan data serta pengambilan dan penyaluran kepada pemakai jogiyanto (1999). Siklus pengolahan data merupakan suatu proses pengolahan data terdiri dari tiga tahapan dasar, yaitu input, processing, dan output.



Gambar 2.1. Siklus Pengolahan Data

          Menurut Jogiyanto (1999) tiga tahap dasar siklus pengolahan data tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut yaitu:
1. Origination
Tahap ini berhubungan langsung dengan proses pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar.

2. Input
Tahap ini merupakan proses memasukan data ke dalam proses komputer lewat alat input (input Device)

3. Processing
Tahap ini merupakan proses pengolahan data dari data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh alat pemroses (processing device) yang dapat berupa proses menhitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan atau mencari di storage.

4. Output
Tahap ini merupakan proses menghasilkan output dari hasil pengolahan data ke alat output (output device), yaitu berupa informasi.

5. Distribution
Tahap ini merupakan proses distribusi output kepada pihak yang berhak dan membutuhkan informasi.

6. Storage
Tahap ini merupakan proses perekaman hasil dari pengolahan ke simpanan luas (storage). Hasil dari pengolahan yang disimpan di storage dapat dipergunakan sebagai bahan input untuk proses selanjutnya.


Gambar 2.2. Siklus pengolahan data yang dikembangkan

2.3.4    Model Proses Perancangan Perangkat Lunak
Dalam rekayasa perangkat lunak terdapat model proses, atau sering juga disebut metode pembangunan perangkat lunak. Ada beberapa model proses dalam rekayasa perangkat lunak, diantaranya Waterfall, prototype, RAD, 4GT dll.
          Dalam pengembangan perangkat Lunak pengolahan data bahan nuklir ini diguanakan model proses Waterfall.

2.3.4.1.      Model Proses Waterfall atau Sekuensial
Metode yang digunakan pada pengembangan perangkat lunak ini adalah metode waterfall.Waterfall merupakan metode yang membutuhkan pendekatan yang sistematis dan sekuensial dalam pengembangan perangkat lunak dimulai dari tahap analisis, desain, coding, testing dan pemeliharaan. Sedangkan proses analisis dan perancangan terstruktur yang dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik yang dibutuhkan dalam pengembangan system akan mendapatkan system yang terstrukturnya didefenisikan dengan baik dan jelas.

Gambar 2.3 Paradigma Waterfall

2.4.              Sekilas Tentang PHP
PHP adalah bahasa pemograman yang bersifat server side dan menyatu dengan HTML.Server side adalah sintaks dan perintah-perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan di server sedangkan yang diterima klien hanya HTML biasa

2.5                        Basis Data
                    Basis Data adalah suatu system pengorganisasian data dimana data tersebut  Dikelompokkan ke dalam klasifikasi tertentu yang disebut dengan DBMS (Database     Management System) Fathansyah (1999). Sistem basis data pada dasarnya adalah system terkomputerisasi yang bertujuan untuk memelihara data dan membuat data tersebut tersedia saat dibutuhkan.Dimana pengoperasian system basis data dilakukan berbagai operasi seperti memasukkan data, menyisipkan data, mengubah data, secara efisien dan praktis.
2.5.1      Komponen Basis Data
Basis Data memiliki beberapa komponen antara lain:
1. Perangkat Keras (hardware)
Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sebuah system basis data adalah komputer (satu untuk system yang stand alone atau lebih dari satu untuk system jaringan), memori sekuder yang on-line (Harddisk), media atau perangkat komunikasi.

2. Perangkat Lunak (Software)
Software adalah suatu media untuk menghubungkan antara perangkat keras (Hardware) dengan system operasi, yang disebut software antara lain:
a. Sistem Pengolah BasisData (DBMS)
Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang khusus/spesifik. Perangkat lunak inilah Database Management system (DBMS) yang akan menentukan bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diubah, dan diambil kembali. Selain itu juga, diterapkan mekanisme pengamananb data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data dan sebagainya. Perangkat lunak yang termasuk ke dalam DBMS, seperti dBase III, MS-Acces, Oracle, SQL server, MySQL dan lain lain.
b. Sistem Operasi (Operatig Sistem)
Sistem operasi merupakan sebuah penghubungan antara pengguna dari komputer dengan perangkat keras komputer. Pengertian system operasi secara umum adalah pengelola seluruh sumber daya yang terdapat pada system komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehigga memudahkan dan menyamakan penggunaan serta pemanfaatan sumber daya system komputer. Sebelum ada system operasi, orang hanya meggunakan komputer dengan menggunakan sinyal analog dan digital, seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini terdapat berbagai system operasi dengan keunggulan masing-masing.Contohnya seperti MS-DOS, MS-Windows, Linux dan Lain-lain.
3. Pemakai (User)
User adalah pemakai suatu system basis data. Ada beberapa jenis/tipe pemakai terhadap basis data antara lain:

a. Programmer aplikasi
Pemakai yang beriteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Languange (DML), yang disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk (seperti C, Pascal dll).
b. User Mahir (Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan system tanpa menulis modul program.Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS.
c. User Umum (End-User)
Pemakai yang beriteraksi dengan basis data melalui pemanggilan atau program aplikasi yang telah ditulis atau disediakan sebelumnya.
d. User khusus (Specialized User)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi Artificial Intelegence (AI)


2.5.2.        Objektivitas Basis Data

Telah disebutkan diatas bahwa tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar diperoleh kembali data dengan mudah dan cepat. Pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut ini: (1) Kecepatan dan kemudahan  dalam memperoleh data (speed), (2) Efisiensi ruang penyimpanan (space), (3) keakuratan (accuracy), (4) ketersediaan data (availability), (5) Kelengkapan data (completeness), (6) keamanan data (security), (7) kebersamaan pemakaia data (sharability)


2.5.3 Database Secara Umum

Pengertian database yang paling sederhana adalah kumpulan dari table.Satu table mempresentasikan suatu field tertentu. Suatu field terdiri atas beberapa record, dan satu record merupakan kumpulan beberapa file.
Database


Table


Field


Record


File

Gambar 2.4 Hirarki database


SUMBER : Skripsi teman wkwkwkwk saking pusingnya gw bantu dia, share aja disini 
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih telah berkomentar