Puisi kata mutiara indah untuk tidur

Bagaimana ini bisa terjadi?

pandangan itu selalu tersenyum

langkah tak berarah seolah mengajak pergi

sisa purnama seakan menggoda hati

selamat tidur

lelaplah bersama bunga tidurmu

waktu berjalan meniti hari

ketika bintang pacarkan terang

walaupun kecil namun memberi arti banyak

selamat tidur

semoga esok kan jelang bahagia untukmu

kelam kan berlalu

mendung menepis duka

seakan doa terjawab

berkah fajar akan kemurnian hati

met bubuk

ketika hati terketuk

ketika pelangi berbias cinta

ketika kasih berbenih rindu

hati ini hanya diam dalam suka

met bubuk

layaknya hari,

segala yang berawal

pasti kan berakhir

jutaan benih cinta

lahir di hari ini

jutaan lainnya mati

kekeringan

salah satunya adalah milikku

maka kuucapkan selamat tinggal

kepada hari ini dan kujelang

hari esok

tanpa cinta …

selamat malam ….

asa sebening embun pagi,

walau hati sekelam kabut senja

akankah hangatnya mentari

secerah pelangi usai hujan ?

selamat tidur, sobat

mimpi indah temani dirimu

asa ada dalam kehidupan,

kendala ada dalam langkah

dan cinta ada dalam hati

selamat tidur sobatku,

mimpi indah menyertaimu

dendam, kesal dan kangen

terkadang membawa kegamangan

kata hati membawa sembilu

selamat tidur dalam peraduan nyaman

seiring doa dariku, sobat

sebening embun pagi,

secerah mentari sore,

ketika hati ini tersenyum

untuk sekejap

selamat istirahat, kawan karib

semoga tidurmu lelap

bersama mimpimu

biduk berlalu

tepian tak bergeming

mentari meredup

sembunyikan sinarnya

seiring ode malam

menghantar ke peraduan

selamat malam sobatku,

moga esok lebih baik

kala kegalauan singgah dalam dada

kala gamang menjadi teman berduka

sang penyair rebahkan khayalan

moga hari ini kan cepat

melintas batas

mentari kan bersinar

embun pagi mengupas hati

mengharap asa kan bersemi

selamat tidur

semoga minggu ini lebih baik

dan bawa berkah untuk kita

cinta yang kau bangun

di dalam hatiku

perlahan-lahan tlah kau

runtuhkan sendiri

jatuh air mataku

untuk tiap kepingnya

puas tangisku

di reruntuhan puingnya

kaulah yang tlah membangunnya

kau jugalah yang berhak

mengambilnya

tak ada hakku untuk melarang

kau ambil apa yang menjadi

milikmu

desir angin menyampaikan salam

bintang seolah tersenyum

buana beristirahat

selamat malam

moga buaian peraduan melelapkan dirimu

selamat tidur

semilir angin malam berbisik

ketika rembulan naik ke tempat yang tinggi

sang hamba melantunkan doa

semoga diberi perlindunganNya

selamat tidur, doaku menyertaimu

lembayung senja membayang di pelupuk

kala burung-burung kembali ke sarangnya

lelap berselimut mimpi

kelam berkawan damai

Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih telah berkomentar