Layanan Infomasi Apa Dan Bagaimana Yang Harus Disediakan Oleh Perpustakaan

Untuk bisa memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan user maka perpustakaan sebagai salah satu lembaga penyedia informasi harus memiliki visi yang jelas dan dapat menjawab tantangan dari masa ke masa. Pada dasarnya Visi Perpustakaan apapun jenis perpustakaannya adalah memberdayakan koleksi bahan pustaka dan memberikan kemudahan, ketersediaan, kenyamanan serta layanan yang optimal demi kepuasan penggunanya.

Soejono Trimo mengatakan bahwa : Library is the preservation of knowledge artinya memburu, mengumpulkan, menyimpan, mengolah dan melayankan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya baik dalam bentuk tercetak maupun elektrik. Dengan demikian fungsi perpustakaan adalah sebagai jembatan atau perantara antara koleksi dengan pengguna, sebagai penghubung antara bahan pustaka dengan masyarakat. Bagaimana masyarakat dapat mengetahui informasi yang ada dalam bahan pustaka ataupun sebaliknya bagaimana agar informasi dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkannya.

Itu Adalah Visi Perpustakaan

JENIS-JENIS LAYANAN DI PERPUSTAKAAN
Terdapat beberapa jenis layanan di perpustakaan antara lain :
  1. 1.Layanan Sirkulasi atau layanan peminjaman dan pengembalian bahan koleksi
  2. 2.Layanan Referensi adalah layanan yang bahan pustaka nya berupa koleksi referensi yaitu koleksi bahan rujukan.
  3. 3.Layanan Deposit, lebih banyak dilakukan oleh perpustakaan umum dalam hal ini merupakan koleksi terbitan pemerintah maupun terbitan lain dari hasil terbitan yang diserahkan ke perpusnas/perpusda sebagai pelaksanaan Undang-undang no 4 tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Indonesia
  4. 4.Layanan Reserve Book atau buku tandon, layanan ini merupakan kumpulan buku atau bahan pustaka copi ke satu, koleksi tidak boleh dipinjam dibawa pulang dan hanya boleh dibaca ditempat.
  5. 5.Layanan koleksi AVA (audio Visual Aids) merupakan layanan dengan koleksi bahan-bahan audio visual
  6. 6.Layanan khusus, merupakan layanan dengan koleksi bahan pustaka yang khusus seperti karya ilmiah, skripsi, dsb untuk perpustakaan perguruan tinggi.
  7. 7.Layanan Informasi adalah pemberian layanan informasi tentang apa saja tidak terlepas dengan bentuk bahan pustaka
FAKTOR - FAKTOR PENDUKUNG LAYANAN PERPUSTAKAAN
  1. 1.KOLEKSI / BAHAN PUSTAKA, merupakan factor utama dalam layanan perpustakaan. Bahan Pustaka dapat dilihat dari jenis dan bentuknya. Jenis bahan pustaka meliputi koleksi : 1) tercetak; 2) tergambar; 3) terbentuk dan 4) elektronik seperti : terekam, mikro, web. Adapun bentuk koleksi bahan pustaka dapat berbentuk (1) lembaran; (2) lipatan; (3) bendelan/jilidan; (4) rekaman; (5) dll.
  2. 2.USER ATAU PENGGUNA adalah masyarakat yang datang untuk memanfaatkan koleksi yang ada. Agar dapat memberikan layanan yang baik maka pengelola perpustakaan harus memperhatikan latar belakang dari pengguna yang meliputi : Usia, Jenis kelamin, Kedudukan/jabatan, Status, Pendidikan, Sosial ekonomi, Sosial budaya.
  3. 3.TENAGA ATAU PENGELOLA PERPUSTAKAAN, dalam hal ini perlu dibedakan antara tenaga fungsional (Pustakawan) dengan tenaga administrasi (non pustakawan). Disamping itu perlu diperhatikan bahwa pengelola perpustakaan sebaiknya : (1) Memiliki pendidikan ttg kepustakawanan; (2) Memiliki ketrampilan pemanfaatan Teknologi Informasi; (3) Memiliki ketrampilan bahasa; (4) Mengetahui kebutuhan pemakainya; dan (5) memiliki sense of media.
  4. 4.FASILITAS, merupakan sarana dan prasarana yang disediakan oleh perpustakaan demi memberikan layanan kepada user, yang meliputi : (1) Gedung atau ruangan; (2) Transportasi; (3) Mebelair; (4) Peralatan Komunikasi; (5) Peralatan Teknologi Informasi dan (6) Rambu-rambu Perpustakaan .
  5. 5.DANA/ANGGARAN/BUDGET, merupakan kesiapan biaya/anggaran yang dapat dipakai dalam segala kegiatan di perpustakaan yang dapat diperoleh dari : APBN, APBD/DIPA, APB SENDIRI (INTERN), SUBSIDI YAYASAN, DONATUR, SPONSORSHIP, MASYARAKAT.
  6. 6.MANAGEMEN merupakan system perencanaan, pengorganisasian pengelolaan serta evaluasi kegiatan di perpustakaan yang meliputi kebijakan pegambil keputusan (decision maker).
PRINSIP-PRINSIP LAYANAN
Pelayanan menurut Moenir ( 2001:27) adalah serangkaian kegiatan, karena itu merupakan proses.          Pelayanan umum diartikan sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan untuk umum yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan di pusat, di daerah, dan di lingkungan badan usaha milik negara/daerah dalam bentuk barang dan atau jasa, baik dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan (Lembaga Administrasi Negara, 1998)
                Adapun yang dimaksud dengan pelayanan perpustakaan adalah pemberian layanan kepada masyarakat yang mempunyai kepentingan dalam pemenuhan kebutuhan akan informasi dengan mematuhi peraturan-peraturan yang telah di tetapkan serta presedur yang ditentukan Ketidaksesuaian antara harapan dan layanan yang diberikan akan menimbulkan kesenjangan (gap).
Pada dasarnya perpustakaan yang baik dapat diukur dari keberhasilannya dalam menyajikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat pemakainya. Lengkapnya fasilitas yang ada, besarnya dana yang disediakan dan banyaknya tenaga pustakawan tidak berarti apa-apa bila perpustakaan tersebut tidak mampu menyediakan pelayanan yang berkualitas.
Terdapat lima prinsip yang harus diperhatikan oleh pengelola perpustakaan agar kualitas layanan dapat dicapai, Lovelock ( handout Etika Administrasi) yaitu :
  1. 1.Tangible, artinya sesuatu yang bisa dilihat, dirasakan dan didengarkan. Seperti: kemampuan petugas dalam melayani, komunikasi yang baik, peralatan yang menunjang pelayanan.
  2. 2.Realible (handal), yaitu kemampuan membentuk pelayanan yang dijanjikan dengan tepat dan memiliki keajegan.
  3. 3.Responsiveness (pertanggungjawaban), yaitu rasa tanggung jawab terhadap mutu pelayanan.
  4. 4.Assuranse (jaminan), yaitu adanya jaminan keamanan atau bebas dari resiko bagi para pemakai.
  5. 5.Emphaty, artinya adanya perhatian kepada konsumen atau individu.
Disamping persyaratan di atas, pustakawan dalam memberikan layanan kepada pemakai perpustakaan juga harus memperhatikan:
  1. 1.Kebutuhan pemakainya.
  2. 2.Menerapkan persyaratan manajemen untuk mendukung penampilan (kinerja)
  3. 3.Memantau dan mengukur kinerja.
  4. 4.Mudah dalam pengurusan bagi yang berkepentingan (prosedur sederhana).
  5. 5.Mendapat pelayanan yang wajar.
  6. 6.Mendapat pelayanan yang sama tanpa pilih kasih.
  7. 7.Mendapat perlakuan jujur dan terus terang (transparan).
Selain itu kualitas layanan di perpustakaan juga ditentukan oleh hal berikut :
  1. 1.ketersediaan informasi;
  2. 2.kemudahan akses informasi;
  3. 3.keakuratan informasi;
  4. 4.kelengkapan informasi;
  5. 5.kelayakan sumber informasi; dan
  6. 6.ketepatan waktu
Perubahan Paradigma
Disadari bersama bahwa kemajuan teknologi telah membawa perubahan-perubahan besar dalam tata kehidupan manusia yang meliputi tata cara kerja, tata cara komunikasi, pendidikan serta berbagai bentuk layanan publik. Perpustakaan sebagai lembaga pelayanan publik yang melakukan berbagai kegiatannya dengan berpedoman pada services nir laba atau non profit oriented kiranya tidak dapat mengembangkan diri dalam persaingan dunia informasi. Sementara pada sisi lain penghargaan (kalau boleh dibilang penghasilan) masih dibawah rata-rata dari tenaga profesional lain (bandingkan dengan tunjangan fungsional lainnya). Oleh karena itu perpustakaan harus merubah diri menjadi suatu lembaga yang lebih menarik, kompetitif dengan menciptakan berbagai layanan dalam bentuk komoditi yang marketable sehingga bisa mendatangkan tambahan penghasilan.
Perubahan paradigma pikir dan perilaku terhadap berbagai layanan di perpustakaan kiranya akan mampu membangkitkan serta menyamakan kedudukan dengan lembaga – lembaga jasa lainnya. Perubahan paradigma diawali dari perubahan pengolaan bahan pustaka dari yang konvensional ke modern, pelayanan yang manual ke digital, dari pemikiran yang konservatif ke demokratis, dll. Karena pada dasarnya ”when we speak of change, we mean an alteration in organization design, strategy or processes, or some other attempts to influence an organization’s members to behave differently ” (Jay W. Lorsch).
Implikasi dari hal itu, perpustakaan tidak lagi dituntut untuk mengumpulkan informasi dalam bentuk bahan koleksi melainkan harus mampu berperan sebagai knowledge manager atau information expertise dalam proses knowledge transfer dalam masyarakat. Oeh karena itu perpustakaan dalam melakukan kegiatan yang berdasarkan pada user oriented melalui proses peningkatan generating, collecting, packaging dan distribution iptekbud.
Perubahan bentuk informasi
Agar informasi menjadi menarik maka sebaiknya perpustakaan melakukan berbagai perubahan bentuk (alih bentuk) informasi yang ada pada bentuk-bentuk lain yang lebih menarik sehingga informasi dapat di desiminasikan dengan cepat, tepat, akurat, global dan marketable.
Adapun alih bentuk (repacking) dapat dilakukan melalui :
  1. 1.Bahan Pustaka tercetak ke bahan pustaka tercetak
  2. 2.Bahan Pustaka tercetak ke bahan pustaka elektronik
  3. 3.Bahan Pustaka elektronik ke bahan pustaka tercetak
  4. 4.Bahan Pustaka elektronik ke bahan pustaka elektronik
Terdapat beberapa tahapan untuk membuat Kemasan Informasi yaitu :
  1. Menganalisis kebutuhan User
  2. Menentukan Audience
  3. Menentukan Bentuk/format
  4. Membuat Time Schedule
  5. Menentukan Sumber/Materi Pustaka
  6. Menetapkan Pelaksana
  7. Merancang Biaya
  8. Menetapkan sistem penyebarluasan
PENUTUP
                Berdasarkan penjelasan tersebut jelas dibutuhkan kejelian, keseriusan, kemampuan dan kemauan perpustakaan secara institusi maupun pengelolanya selaku pelaksana kegiatan agar dapat memberikan layanan yang optimal dalam rangka memberikan kepuasan kepada pengguna. Namun pada akhirnya segala kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan dalam memberikan layanan kepada user tergantung pada kreatifitas pengelolanya : “BE LIBRARIAN SELF” dan perlu mengkaji Philosofi dari Goulzetta “WHAT IS POSSIBLE, HOW TO GET THERE AND WHEN”. Semoga***
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih telah berkomentar