Sistem Pembelajaran Saat Ini

Perkembangan internet dalam beberapa tahun terakhir ini  memungkinkan dunia pendidikan saat ini untuk memanfaatkan teknologi internet dalam proses pembelajaran, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)dalam upaya meningkatkan mutu dan layanan pendidikan guna menghasilkan lulusan yang berkualitas dan terserap dalam dunia usaha/dunia industri (DU/DI),  diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas dari sarana dan prasarana serta pengajar, tetapi peningkatan jumlah sarana dan pengajar tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah pelajar ehingga waktu dan tenaga yang dialokasikan oleh pengajar kepada pelajarnya semakin terbatas[22], secara otomatis peningkatan kualitas pendidikan yang diharapkan tidak akan tercapai. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar serta keterbatasan ruang dan waktu menjadi kendala utama. Untuk itu perlu ada metoda lain yang dapat menangani kondisi tadi. Salah satunya sistem pembelajaran atau dengan menggunakan teknologi internet.

Proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi internet tetap mengacu kurikulum SMK yang berlaku saat ini. Salah satu unsur utama yang harus ada dalam pembelajaran menggunakan internet adalah adanya interaksi antara siswa dengan guru. Interaksi dapat berlangsung dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di internet, tetapi sistem dan pembelajaran yang digunakan umumnya masih mengacu pada sistem pembelajaran dengan model pembelajaran yang berpusat pada pengajar/guru (teacher centered learning) yang lebih bersifat searah seperti pada sistem pembelajaran tatap muka dikelas, sehingga siswa kurang dipacu untuk lebih aktif menggali materi pelajaran yang ada, selain itu di SMK saat ini, model pembelajaran yang digunakan oleh para guru umumnya masih banyak menggunakan model pembelajaran kompetisi dan individual untuk memacu para siswanya dalam proses pembelajaran sehingga para siswa akan saling bersaing dan saling mengalahkan teman.

Disatu sisi ini hal ini sangat posistif sehingga siswa terpacu menjadi yang terbaik, namun sisi negatifnya adalah siswa tidak mempunyai social skill dan kurang dapat menghargai perbedaan antar siswa serta toleransi, sementara siswa SMK yang setelah lulus dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, dimana dalam dunia kerja tidak hanya dituntut kemampuan “hard skill” saja tetapi perlu juga “soft skill” seperti kemampuan bekerjasama dalam tim dan berkomunikasi. Sehingga perlu kiranya dirancang sistem pembelajaran berbasis web yang memasukan unsur-unsur model cooperative learning.

Abstract :
In the effort increasing quality of education to result graduate which high grade quality and acceptable in industrial and business environment, required the improvement of quality both  facilities and teacher, but then improvement of facilities and teachers disproportionate with growth of students. Lack of interaction between teacher and student in consequence of restrictiveness facilities and time of interaction became main restrictiveness, one alternative solution to overcome by using web based learning system, besides need to develop learning  model of cooperative learning to prepare the graduation who have the ability of hard skill and soft skill as according to demand industrial and business environment.  Step of design is literature study, requirement analysis, prototyping design , implementation of prototyping and testing of prototyping with UML modeling system.. By the using the facility of web domain as maximum as possible,  learning using model of web cooperative learning is expected to increase the motivation and collaboration in learning activity so the improvement of ability of hard skill and soft skill can be reached.

Kesimpulan
Berdasarkan pada masalah yang timbul, hasil analisis dan perancangan serta pengujian sistem pembelajaran berbasis web model CL, maka jika prototipe sistem pembelajaran berbasis CL model CL diimplementasikan,  kesimpulan yang dapat diambil sebagai berikut.
  1. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL ini akan melengkapi dan memperkaya metoda dan model pembelajaran yang telah ada.
  2. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL ini akan memacu siswa untuk berperan secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga sejalan dengan paradigma pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning).
  3. Aplikasi pembelajaran berbasis web dengan model CL selain meningkatkan pestasi akademik juga akan mengembangkan dan melatih pelajar dalam keterampilan sosial seperti bekerjasama dalam kelompok dan berkomunikasi.
  4. Sebagai solusi alternatif dari kurangnya interaksi pelajar dengan pengajar akibat keterbatasan sarana dan prasana serta tenaga pengajar untuk mendukung  proses pembelajaran.

Ingin artikel atau Siripsi Selengkapnya, Berkomentarlah
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih telah berkomentar