Bupati Terkaya di Dunia ada di Indonesia 'HASIL KORUPSI'

Ini sebagian kecil hartanya yang diketahui oleh umum, semoga dia dihukum seberat-beratnya di dunia dan di akhirat. amin.

Walikota atau sering disebut Bupati 


Mobilnya banyak
Garasi di kediaman suami Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Jalan Denpasar IV No 35, Kuningan, Jakarta Selatan tiba-tiba dibuka.

Saat gerbang garasi dibuka, tampaklah 4 mobil sport, 2 warna merah dan 2 warna putih. Apa saja mobil-mobil mewah itu? Antara lain:
- 2 Unit Ferrari merah bernopol B 888 CNW dan B 888 GES
- 1 Unit Nissan GTR putih
- 1 Unit Lamborgini Galardo putih B 888 WHN

Lalu, penyidik pun membuka gerbang pintu garasi lainnya. Mencengangkan.
- 1 Unit Rolls Royce hitam B 888 CHW
- 1 Unit Camry hitam
- 1 Unit Lexus hitam

Tidak hanya itu, ada pula 1 motor Harley Davidson B 3484 NWW. Hingga kini penyidik sedang memeriksa dokumen serta mengeluarkan barang-barang yang berada di bagasi Rolls Royce.

Namun, dokumen-dokumen yang paling banyak diperiksa berasal dari mobil Bentley hitam. Tampak ada beberapa dokumen bermap biru diperiksa dan dibawa penyidik. Tidak hanya itu, ada pula 2 dokumen map coklat dipisahkan penyidik.

Garasi kedua
Ketika ditanya isi dokumen, penyidik KPK bungkam dan terus melakukan pekerjaanya.

Terkait kasus dugaan suap sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten, Wawan ditetapkan sebagai tersangka. Selain Wawan, KPK juga menetapkan Akil Mochtar dan S. Wawan merupakan suami dari Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany. Sedangkan, S merupakan inisial nama dari Susi Tur Andayani.

"Untuk dugaan tindak pidana korupsi Pilkada Lebak, Banten AM (Akil Mochtar) dan S ditetapkan tersangka sebagai penerima. Sedangkan TC ditetapkan tersangka selaku pemberi," kata Abraham di Gedung KPK.

Sementara barang bukti kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak, Banten, yang disita KPK berupa uang Rp 1 miliar terdiri pecahan uang Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Uang yang tersimpan dalam travelling bag biru itu juga ditunjukan saat jumpa pers.

"Tersangka saudara AM dan STA selaku Penerima 12 huruf C Undang-undang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan atau Pasal 6 ayat 2 UU Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Juga ditetpkan sebagai tersangka saudari TCW alias W dan kawan-kawan selaku Pemberi Pasal 6 ayat 1 huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP".

Ini Dia

Penyidik KPK terus melakukan penggeledahan di rumah Tubagus Chaery Wardhana alias Tubagus Wawan di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 3 Oktober 2013. Dari penggeledahan, mereka menemukan 11 mobil mewah di rumah adik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiah tersebut.

Pertama, para penyidik mengambil garis KPK yang sebelumnya terpasang di beberapa mobil tersebut. Setelah itu, mereka mulai membuka satu persatu mobil-mobil tersebut untuk diperiksa.

Sayangnya, para penyidik tidak bersedia menjawab berbagai pertanyaan wartawan. Termasuk apakah seluruh mobil itu akan disita KPK sebagai barang bukti penyuapan yang menjerat Suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani itu atau terkait tindak pidana korupsi, pencucian uang lainnya.

Para wartawan tampak tercengang ketika penyidik KPK benar-benar membuka garasi rumah mewah tersebut. Sebelas mobil yang terparkir membuat garasi bagaikan sebuah show room.

Mobil tersebut antara lain dua buah mobil Ferrari berwarna merah bernopol B 888 CNW, dan B 888 GES, sebuah mobil Lamborghini Gallardo putih bernopol B 888 WHN, mobil Nissan GT-R putih, mobil Rolls Royce hitam B 888 CHW, mobil Camry hitam, Lexus hitam, mobil Kijang Innova nopol  B 1558 RFY, Bentley nopol B 888 GIF, Land Cruiser bernopol B 888 TCW, dan Land Cruiser bernopol B 1978 RFR. Selain itu, nampak juga motor Harley Davidson B 3484 NWW.

KPK telah menetapkan Tubagus sebagai tersangka penyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait sengketa pilkada Lebak, Banten yang ditangani MK. KPK menduga, Tubagus hendak menyerahkan Rp1 miliar kepada Akil melalui dua kurir, yakni N dan STA.

Terakhir

Apakah ini yang disebut tidak korupsi ?
INDONESIA NEGERI YANG MALANG
Previous
Next Post »
0 Komentar

Terimakasih telah berkomentar