KUNJUNGI WEB SAYA

Birth of a Salesman Recommended Ebook For Salesman

BIRTH OF A SALESMAN by Carson V. Heady is the only book of its kind to not only be a fantastic how-to book, better than anything I have ever read, but it doubles as a fictional story about the book-within-the-book's author.

The how-to sell portion is not like any other; it is laced with entertaining pop culture references and humor to keep it popping and, all the while, goes in-depth to the selling game. Heady uses actual scripting and verbiage and real-life scenarios to paint a picture for every occasion, talking about how to interview for the sales job, how to open a call or visit, fact-find, pitch, close, overcome...and even how to get promoted and how to manage people when you get there. He covers all the bases and clearly speaks from great experience.

On top of that, you get a fantastic story about a young man forging his mark on a corrupt division of a typical Corporate America-type company. The character - Vincent Scott - is a champion of the people and is reviled by the shady characters he stands up against. His horrible racist and dictator of a boss is the antagonist of the story, and, as it begins, he is under an ethics investigation prompted by the mutiny by the entire management team.

This is a must-read. Because it has the added elements of humor and fun and it doubles as a quality conspiracy fiction story about a realistic hero we can identify with, it is the greatest how-to-sell book in history.



BIRTH OF A SALESMAN


I picked up Carson Heady's "Birth of a Salesman" not necessarily knowing what to expect. It was billed as a sales book within a book about the author's trials and tribulations and I thought - "wow, that's something that's never been done before, I'll give it a shot." I did. And it is fantastic.

What I liked most about it was that Vincent was the mortal hero. He is flawed, but so are all of us. He gave everything he had for the people that worked for him, never gave up, never relented, and despite everything it did to him.

I think we all wish we could be like him and do the things he did. And, for 338 pages, I felt like I could, too.

Plus, if someone reads this book and does not know how to sell afterwards, it's time to call it a career.

GREAT BOOK - 5 STARS! 

Pembodohan Publik ala KIH dan Media Massa Indonesia

Pembodohan Publik ala KIH dan Media Massa Indonesia
Koalisi Indonesia Hebat (KIH) adalah benalu bagi warga negara Indonesia, karena mereka seolah-olah tak punya otak dan tidak memikirkan rakyatnya. Ini kenyataan dan tak dapat dipungkiri bahwa mereka hanyalah orang-orang yang haus dengan kekusaan dan sama sekali tidak memikirkan rakyatnya.
Pertama yang harus saya kemukakan di sini adalah bahwa saya bukan siapa-siapa di Koalisi Merah Putih (KMP) dan bukan pula pembenci KIH. Saya hanyalah mahasiswa biasa yang beberapa hari terakhir akal sehat saya terusik dengan beberapa pemberitaan media tentang manuver politik yang dilakukan KIH dengan dukungan beberapa pengamat yang terkesan memaksakan pembentukan opini publik bahwa KIH selalu benar, merakyat, bersih, santun, dan segala lebel “suci” lainnya, sedangkan KMP selalu diidentikkan sebagai pihak yang salah, angkuh, dan arogan.

Setelah saya mencoba merenungkan dan menganalisa dengan akal yang sehat dengan mengesampingkan pembentukan opini oleh media dan pengamat, akhirnya saya menyadari bahwa “penggiringan opini” atau lebih tepatnya saya katakan sebagai “pembodohan publik” oleh KIH dengan dukungan beberapa media dan pengamat ini harus segera DIHENTIKAN. Bukan untuk mebela KMP, atau kelompok pendukung KMP, namun untuk menyelamatkan publik (rakyat) dari pemberitaan yang tidak berimbang dan nyaris tidak menampilkan pendidikan politik yang baik, bahkan cendurung profokatif.

Maka dari itu, murni tulus karena keterpanggilan jiwa dan tanggung jawab sosial saya sebagai mahasiswa, saya merasa berkewajiban mengemukakan pada publik bebeapa manuver politik KIH yang plin-plan dan cenderung membodohkan. Namun saya sadar bahwa sebagian besar media massa terkoptasi pada KIH dan KMP, oleh karenanya saya memilih  menulis di blok Kompasiana saja agar lebih independen.

Berikut saya kemukakan beberapa manuver KIH yang sungguh menggelikan:

1. Publik tentu masih ingat janji manis Koalisi Indonesia Hebat (KIH) saat awal pembentukan koalisi ini dan pada masa kampanye PILPRES, bawa kolisi KIH ini dibentuk bukan untuk bagi-bagi kursi jabatan menteri dan apabila pasangan Capres-Cawapres yang mereka usung (Jokowi-JK) menang, maka juga tidak akan ada bagi-bagi “kue” jabatan kursi menteri.  AKANTETAPI NYATANYA, setelah Jokowi-Jk terpilih dan kemudian membentuk kabinet, semua partai pengusungnya (PDIP,NASDEM,HANURA,dan PKB) ditambah dengan satu partai tambahan (PPP) mendapat jatah menteri. Rakyat pun dibodohi dengan tambahan kata “profesional” sebelum kata “partai” sehingga menjadi “Profesional Partai”. Padahal ini murni BAGI-BAGI jatah menteri pada partai pengusung.

2. Publik tentu juga masih ingat bagaimana kegaduhan media massa dan bebeapa pengamat yang meramalkan bahwa pelantikan Jokowi akan terganjal karena diramalkan bahwa KMP akan membaikot acara pelantikan Jokowi. AKANTETAPI NYATANYA, anggota parlemen Koalisi Merah Putih beserta para pimpinannya datang, bahkan Bpk. Prabowo dan Hatta Rajasa pun menghadiri pelantikan Jokowi-Jk serta mengucapkan selamat dan memberi hormat.

3. Publik tetu juga masih segar ingatannya pasca PILPRES, bagaimana media massa memberitakan bahwa KMP tidak “legowo” karena menggugat hasil PILPRES ke MK, padahal upaya gugatan ke MK ini sah secara hukum dan diatur dalam konstiusi. AKANTETAPI NYATANYA, akhir-akhir ini pada saat proses pembentukan alat kelengkapan DPR, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) masih tidak legowo atas kekalahannya dalam pemilihan ketua DPR, dan karena sudah merasa kalah jumlah di DPR akahirnya KIH membaikot pembentukan alat kelengkapan DPR dengan tidak menyerahkan nama perwakilannya di Komisi, bahkan KIH juga membentuk dan mengangkat Pimpinan DPR tandingan. Lucunya pembentukan dan pengangkatan Pimpinan DPR sendiri ini TIDAK ada Undang-undangnya dan tidak diatur dalam Konstitusi. Jadi jelas sikap KIH ini inkonstitusional.

LALU, siapakah sebenarnya yang TIDAK LEGOWO atas kekalahan kelompoknya? Siapakah yang AROGAN atau NGAWUR dan tidak konstitusional? siapakah yang jalas-jelas membaikot dan siapa yang hanya difitnah akan membaikot? Lalu kenapa KIH selalu benar dan KMP selalu salah di mata media massa? mikir..

4. Publik tentu juga masih ingat bagaimana pada awal-awal masa kampanye PILPPRES mayoritas media massa mengedentikkan KMP sebagai koalisi gendut, elit, dan HAUS jabatan. AKANTETAPI ternyata KIH lah yang HAUS jabatan, hal ini terbukti setelah KIH membagi-bagi beberapa jabatan menteri pada partai pengusungnya, KIH juga “bernafsu” merebut beberapa kursi ketua alat kelengkapan DPR (Ketua Komisi). Padahal KMP tidak pernah minta-minta jatah jabatan menteri pada Jokowi-Jk, dan tidak satupun kader KMP yang menduduki kursi Menteri. LALU, siapakah yang rakus dan haus Jabatan???

5. Publik juga tentu masih ingat bagaimana selogan-selogan politik yang diungkapkan oleh KIH dengan selogan “Kerja-Kerja” (Selogan ala Jokowi) dan “lebih cepat lebih baik” (selogan ala JK). AKANTETAPI NYATANYA, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) jelas-jelas mengambat kinerja Wakil Rakyat (DPR) dengan membaikot pembentukan alat kelengkapan DPR. Padahal alat kelengkapan DPR ini sangat vital keberadaannya karena sebagai wadah aktualisasi tugas DPR yang meliputi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan.

6. Tentu juga masih segar dalam ingatan Publik bagaimana media massa mengidentikkan Jokowi sebagai sosok yang santun, sabar, dan ramah.  sedangkan Prabowo diidentikkan sebagai sosok yang tempramen, pemarah dan tidak santun. AKANTETAPI NYATANYA, belum dapat sepuluh hari Jokowi dilantik dia sudah memenjarakan seorang bocah pembantu tukang sate. Katanya harus sabar dan ramah?

Inilah kira-kira sebagian manuver KIH yang menggelikan dengan bantuan beberapa media massa dan pengamat yang memberikan informasi tidak berimbang, dibenar-benarkan, dan sarat pembodohan. Harapan saya pertama saya tujukan pada seluruh pemilik, pimred, reporter, jurnalis, serta para pengamat, tolong jangan kalah sama UANG dan kepentingan kelompok politik. Katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah. Jangan memoles kata-kata seakan yang salah itu benar dan benar itu salah. Bila niat kalian mendirikan media massa adalah sosial oriented, maka JUJUR lah. Jangan khianati rakyat dan jangan bodohi rakyat hanya demi UANG dan kepentingan kekuasaan.

Harapan saya yang kedua adalah kepada seluruh saudara sebangsa dan setanah air, seluruh rakyat Indonesia, marilah kita membaca, mendengar, dan melihat berita politik dengan cerdas dan logis. Jangan tertipu oleh manisnya kata-kata, jangan pula tertipu hanya karena “seolah-olah” suci dan merakyat. Jangan mau di”bodohi” oleh manuver politik yang mengatasnamakan rakyat padahal jauh dari rakyat.  Saudaraku rakyat Indonesia semua, apabila Penguasa, Pengusaha, Komprador dan Media Massa telah berselingkuh satu sama lain, maka “gerakan” kalian lah yang harus meluruskannya. Karena sesungguhnya kalian semualah Wahai RAKYAT Indonesia penentu kebijakan tertinggi di negri ini. Kalianlah pemilik saham terbesar negri ini, mereka tak lebih hanyal wakil-wakil dan pelayan-pelayan yang kalian bayar untuk melayani kalian.

Semoga tulisan saya ini sampai pada hati dan fikiran kalian… Amin

Free Download Plugin Wordpress Premium Paypal Manager Full License

Free Download Plugin Wordpress Premium Paypal Manager Full License, Premium Paypal Manager is a powerful and easy to use plug-in for WordPress that allows you to add Paypal items or donations to your WordPress powered website quick and easy.

This plug-in is ideal for anyone who has a manageable inventory count. You can quickly add a Paypal store to your website or accept multiple Paypal donations. You can create as many Paypal products or donations as you’d like and place them anywhere in your website using the self-generated shortcodes.

 Plugin Wordpress Premium Paypal Manager


Plug-in Requirements:
WordPress 3.5 or 3.6+
JavaScript enabled browser
Desktop Browser compatibility:
IE 8+
Chrome
Firefox
Opera
Safari
Mobile Browser compatibility:
Firefox (Android)
Chrome (iOS and Android)
Safari (iOS)
Opera (iOS and Android)
Also includes:
Localization support (.po and .mo files included)
Text documentation
Video Walkthrough